
Jalan Diponegoro, Medan, persisnya kantor Gubernur Sumatera Utara lumpuh total, Selasa (24/11/2015) siang. Lebih dari 2.000 buruh yang turun ke jalan melakukan aksi meminta Peraturan Pemerintah (PP) No78 tentang pengupahan dicabut.
Sepanjang Jalan Diponegoro dipenuhi sesak kalangan buruh. Selain itu, ratusan sepeda motor tampak terparkir di badan jalan
Tidak hanya di Jalan Diponegoro, Jalan Cut Mutia dan Jalan RA Kartini juga lumpuh. Masyarakat yang hendak melintas terpaksa berjalan lamban di sekitar lokasi.
Sejumlah petugas dari Satuan Lalulintas Polresta Medan terlihat berjaga di masing-masing persimpangan. Beberapa diantaranya berusaha keras mengurai kemacetan.
Karena sudah sangat menumpuk, ketua masing-masing organisasi buruh tampak mengatur anggotanya. Melalui pengeras suara, pimpinan aksi meminta buruh berbaris di depan gerbang masuk kantor Gubernur.
"Mohon untuk rekan-rekan agar mengatur barisannya. Kawan-kawan silahkan berdiri di belakang spanduk yang sudah dibentang," kata salah seorang pimpinan aksi.
Di samping itu terlihat beberapa peleton dalmas gabungan dari sabhara polresta medan berdiri tegak lurus di depan massa. Polisi juga telah memasang scurity barrier di depan barisan peleton dalmas agar massa tidak dapat masuk kedalam gedung Gubernur sumatera utara.
Di samping itu terlihat beberapa peleton dalmas gabungan dari sabhara polresta medan berdiri tegak lurus di depan massa. Polisi juga telah memasang scurity barrier di depan barisan peleton dalmas agar massa tidak dapat masuk kedalam gedung Gubernur sumatera utara.
Beritaterbaru911.blogspot.com



